Kita harus bersyukur Tuhan menciptakan kita dengan sempurna. Masih banyak orang diluar sana yang memiliki kekurangan. Tetapi kita tidak pernah memandangnya. Kita selalu mengeluh, mengeluh dan mengeluh kepada Tuhan. Selalu muncul pertanyaan "Kenapa aku tidak bisa seperti dia?", "Kenapa aku tidak seganteng/secantik dia?". Kita tidak akan pernah tahu tujuan Tuhan menciptakan kita seperti ini. Tapi percayalah kita memiliki takdir yang indah.
Seperti diceritakan dalam film Benjamin Botton. Benjamin dilahirkan tidak seperti bayi normal, dia dilahirkan seperti orang tua, badannya penuh keriput. Tubuhnya tidak seperti manusia pada umumnya. Orang tuanya tidak menerima kehadirannya dan akhirnya membuangnya. Pada akhirnya ada seseorang wanita yang mau merawatnya, meski suaminya tidak setuju. Tetapi wanita itu tetap bersih keras untuk merawat bayi itu.
Hari-hari tumbuh dewasa, Benjamin selalu mengeluh akan dirinya. Ia tidak bisa bermain seperti layaknya anak-anak lain. Tetapi ibunya selalu berkata, "Kau tak pernah tahu takdirmu". Perkataan ibunya itulah yang membuat Benjamin bersemangat untuk hidup.
Semakin tumbuh dewasa ternyata tubuhnya justru semakin muda dan terlihat tampan. Ketika ayahnya hendak meninggal, ia menemukan Benjamin dan mewariskan seluruh kekayaannya kepada Benjamin. Akhirnya Benjamin menjadi seorang kaya.
Kisah tersebut mengajarkan pada kita, bahwa kita semua dilahirkan berbeda. Jangan pernah cemburu antara satu dengan yang lainnnya. Yakinlah bahwa setiap manusia memiliki takdirnya masing-masing dan Tuhan tidak pernah melakukan sesuatu yang buruk pada manusia.